Keutamaan Shalat Subuh

Baca Juga

Keutamaan Shalat Subuh 


Tidur juga merupakan nikmat Allah Swt. Dan kita juga ketahui bahwa ( Semua Makhluk ) membutuhkannya sebagai hak badan. Namun jika nikmat itu melalaikan, Contoh : menjadikan malas untuk bangun untuk beribadah. Maka bisa jadi penyakit munafiq mulai merasuki diri kita.

Shubuh adalah salah satu waktu di antara beberapa waktu, di mana Allah SWT memerintahkan umatnya Muhammad Saw untuk mendirikan shalat. 

 Allah SWT berfirman : 

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآَنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآَنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh tu disaksikan (oleh malaikat).” (Qs. Al-Isra’: 78)

Cukup banyak kaum muslimin dan muslimat yang “lalai” dalam mengerjakan shalat shubuh. Mereka lebih memilih melanjutkan tidurnya ketimbang bangun untuk melaksanakan ibadah shalat yang wajib untuk dikerjakan.  Perbandingan jemaahnyapun sangat sedikit dibandingkan shalat yang lainnya.

Tapi untuk para sahabat seiman ada cara agar kita bisa menghilangkan kemalasan dalam shalat subuh dan bisa kita awali dengan menggali kembali keutamaan-keutamaan Shalat Shubuh itu sendiri minimal sebagai langkah dan motivasi awal. Apabila seseorang mengerjakan shalat shubuh, niscaya ia akan dapati banyak keutamaan. Dan diantara beberapa keutamaannya adalah : 

1. Penyebab masuk surga. 


Rasulullah SAW bersabda :

" مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّة "

“Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635)

2. Penghalang masuk neraka. 


Nabi SAW bersabda : 

" لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا "

“Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat shubuh) dan shalat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu shalat ashar).” (HR. Muslim no. 634)

3. Dijamin Oleh Allah. 


Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا يَطْلُبَنَّكُمْ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ فَإِنَّهُ مَنْ يَطْلُبْهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ يُدْرِكْهُ ثُمَّ يَكُبَّهُ عَلَى وَجْهِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ


“Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163)


4. Pahalanya dinilai seperti shalat semalam penuh. 


Nabi SAW bersabda : 

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)

5. Mereka yang mengerjakannya disaksikan oleh para malaikat. 


Nabi SAW bersabda : 

وَتَجْتَمِعُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ وَمَلَائِكَةُ النَّهَارِ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ

“Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat fajar (subuh).” (HR. Bukhari no. 137 dan Muslim no.632)

6. Shalat Shubuh besar kaitannya dengan pembagian Rezeki Allah SWT. 


Pernah suatu ketika Nabi SAW shalat subuh. Begitu selesai, beliau pun kembali ke rumah dan mendapati puterinya Fathimah ra sedang tidur. Maka beliau pun membalikkan tubuh Fatimah dengan kaki beliau, kemudian mengatakan kepadanya :

“Hai Fathimah, bangun dan saksikanlah rizki Rabb-mu karena Allah membagi-bagikan rizki para hamba antara shalat subuh dan terbitnya matahari.”

“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (QS.Ath Thalaq : 2-3)

7. Sebagai kunci kemenangan. 


“Bahwa Rasulullah apabila hendak menyerbu suatu kaum, beliau menundanya hingga tiba waktu subuh.” (HR Bukhari)

8. Lebih baik dan mulia dari dunia dan seluruh isinya. 


“Dua rakaat shalat subuh, lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR.Muslim dan Ahmad). 

Mengenai shalat dua rakaat sunah sebelum subuh Rasulullah bersabda, “Dua rakaat itu lebih aku sukai daripada dunia seluruhnya.” (HR.Muslim)

* Perkara BURUK bagi yang Meninggalkan Shalat Shubuh


Perlu kita ketahui bahwa banyak keutamaan yang bisa kita dapatkan apabila seseorang mengerjakannya. Tidakkah kita takut dikatakan sebagai orang yang munafiq karena meninggalakan kewajiban umat muslim yang satu ini ? Dan kebanyakan orang meninggalkan shalat shubuh karena aktivitas tidurnya. 

Nabi SAW bersabda : 

إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)

Semoga kalimat “ Munafik “ cukup menjadi satu pelajaran untuk kita semua sebagai warga muslim yang baik dan insyaallah taat. 


“ Terimkasih semoga bermanfaat “