Perbedaan "I Have No" dan "I Don't Have"

Baca Juga

Negasi "No" dan "Don't" dalam Bahasa Inggris

Negasi adalah pernyataan negatif yang pada dasarnya ditandai dengan ungkapan "NOT" pada sebuah kalimat sehingga kalimat tersebut disebut dengan Kalimat Negatif (Negative Sentence).
Lebih lanjut, penggunakan NOT pada kalimat negatif sangat tergantung pada bentuk waktu (baca: Tenses) yang sedang digunakan. Secara mendasar, tiap-tiap bentuk waktu memiliki cara tersendiri didalam mengungkapkan kalimat yang mengandung negasi tersebut. Akan tetapi, ungkapan negasi dalam Grammar Bahasa Inggris (English Grammar) tetaplah NOT.
Pada contoh berikut ini digambarkan bagaimana ungkapan /NOT/ atau /NO/ digunakan dalam variasi kalimat bahasa inggris.

Contoh:
I do NOT have any English Grammar Book.
No, I am NOT.
I have NO anything with me.
NOT me, but him!

Dari contoh diatas ada beberapa bentuk penggunaan ungkapan negasi dalam bahasa inggris, yakni:

  • Auxiliary + NOT
  • NO (tanpa auxiliary)
  • NOT (tanpa auxiliary)

Simak penjelasannya berikut ini!

Perbedaan Penggunaan "No" dan "Not" dalam Bahasa Inggris

Kalimat bahasa inggris memiliki 2 bentuk baku, yaitu:

Grammatical dan Contextual

Grammatical adalah ungkapan/kalimat yang identik dengan aspek Grammar (tata bahasa). Itu berarti, kalimat tersebut harus dilihat dari susunan kata-katanya dan juga fungsi serta kedudukan tiap kata yang digunakan dalam kalimat itu apakah sudah sesuai dengan tata bahasa atau grammar bahasa inggris atau belum.

Contoh:
I do not  have money.
I did not follow the test.
She has not talked to me yet.

Pada contoh kalimat tersebut kita melihat ada 3 bentuk pengungkapan kalimat negative yakni: /do not/, /did not/ dan /has not/ dimana kata /do/, /did/ dan /has/ adalah kata bantu (auxiliary) sesuai tenses-nya. Dengan demikian, grammar mengatur bahwa, untuk menggunakan ungkapan negasi /NOT/ tersebut harus diiringi dengan penggunaan auxiliary didepan /NOT/ tersebut. Ini kaidah/aturan grammar, sehingga kalimat-kalimat diatas mengandung aspek grammatical.

Contextual pada dasarnya terbentuk dari kaidah ketatabahasaan Bahasa Inggris. Itu artinya, contextual adalah refleksi dari aspek grammatical, akan tetapi pada penerapannya dalam bentuk percakapan --- misalnya --- seringkali aspek dialektis (baca: kebiasaan berkomunikasi) mempengaruhi struktur kalimatnya, dari aspek grammatical menjadi bentuk lain yang disebut dengan aspek contextual. Pada akhirnya, bentuk contextual ini dibakukan sebagai bagian dari aspek grammatical, dengan kata lain, tidak menyalahi aturan grammar.

Contoh:
I do not have anything (grammatical)
I have no anything (contextual).

Berdasarkan aspek yang mendasarinya ditemukan bahwa: penggunaan "NO" pada kalimat semisal /I have no anything/ adalah bentuk penegasan (to emphasis) kata kerja didepannya.

I do not have any money.
(Saya tidak punya uang).

I have no money
(Saya benar-benar tidak punya uang).