Interjection (Kata Seru)

Baca Juga

Interjection (kata seru) termasuk anggota Part of Speech walaupun beberapa peneliti bahasa inggris lainnya ada yang tidak mencantumkannya sebagai anggota part of speech. Beberapa alasan mendasar mengapa tidak dimasukkannya interjection sebagai anggota part of speech karena penggunaannya (penerapannya dalam bentuk percakapan - speaking) adalah karena lebih cenderung informal alias tidak formal, lebih jarang digunakan daripada anggota lainnya, seperti; noun, adjective, adverb, conjunction, preposition, article dan verb.

Misalnya:

Alas!
(Aduh!).

Akan tetapi, ungkapan-ungkapan yang mengandung seru (ditandai oleh tanda "seru") tersebut digunakan dalam kalimat-kalimat bahasa inggris, walaupun hampir tidak memiliki aspek grammatical. Seakan-akan ungkapan-ungkapan yang mengandung interjection bersifat spontan dan hampir tidak memiliki arti jelas.

Interjection sebagai Ungkapan Emosional

Interjection berbeda dengan ungkapan Exclamatory Sentence. Perbedaan itu mencakup struktur (kalimat) yang digunakan dan interjection sendiri bukanlah sebuah kalimat, tapi sebuah kata (word) dan terkadang berbentuk prase (phrase).

Contoh:

Eww! --> berbentuk kata/word.
Oh no! --> berbentuk prase/phrase (lihat bahasan mengenai Phrases).

Contoh kata seru lainnya:

huh! --> e.g. you need it, huh?
ah! --> e.g. ah!, I forgot something.
goodness! --> e.g. goodness!
hurray! --> e.g. hurray! my kid walks!
aha! --> e.g. aha! you got it!
oh! --> e.g. oh! I'm so sorry.
well! --> e.g.well, I finally found the key.
omg! --> e.g. omg! I can't believe that.
whew! --> e.g. whew! it's incredible!
oh dear! --> e.g. oh dear! time's to take a shower.
hello! --> e.g. hello! anybody?
hi! --> e.g. hi! I'm Paul.
ouch! --> e.g. ouch!, it hurts.
wow! --> e.g. wow! I love it.
gee! --> e.g. gee!
hey! --> e.g. hey you!
psst! --> e.g. psst! be calm, please...
yipee! --> e.g.  yipee! let's have a fun!
oh lord! --> e.g. oh lord, give me some bread!
oh my god! --> e.g. oh my god! I can't imagine that!
bingo! --> ............ bisa berarti .... "kena kau!"
hmmm.... 
err.... (sering bersamaan dengan "bergumam")
yaph! (mengiyakan/membenarkan)
yummy! (ungkapan dari rasa lezatnya suatu hidangan/makanan)



Melihat ungkapan interjection dan contoh penggunaannya diatas, interjection menjadi bentuk ungkapan yang mewakili keadaan mood (emosional - perasaan - seseorang disaat ungkapan tersebut dilontarkan - secara spontan). Berbicara mengenai posisi interjection dalam penerapannya (pada suatu kalimat), beberapa diantaranya diletakkan diposisi awal kalimat utamanya dan ada juga beberapa diakhir kalimat utamanya.


Derivasi Interjection

Apa itu derivasi interjection? Derivasi berasal dari kata kerja /derive/ yang berarti "mengambil". Disini ingin kami jelaskan pada pembaca semua bahwa terkadang - juga sering - interjection diambil dari bentuk kata-kata lain, misalnya, kata benda (noun), kata sifat (adjective) dan juga kata kerja (verb).

Contoh:
Look! you would never trust what I have already seen.
Listen! She falls in love with me.

Penjelasan:
Pada contoh diatas, kata seru /look!/ dan /listen!/ aslinya berasal dari kata kerja (verb) tapi menjadi lain/berbeda pada saat kata itu digunakan dalam bentuk interjection sehingga, makna dari kedua kata seru /look/ dan /listen/ diatas hampir tidak seperti terjemahan aslinya. Dapat kami katakan bahwa keduanya memiliki makna (interpretasi) yang sama dengan "gini lo....".

Contoh lain dalma bentuk kata sifat (adjective) dan prase kata benda (noun phrase):

good! you can answer the question at last.
good job!
please don't!
cool!

dan, beberapa diantaranya diambil dari kata benda (noun):

congrats!
Hello dude!


Kesimpulan:
Menyimak apa yang telah kami sampaikan mengenai pokok-pokok penting dari interjection tersebut, nyatalah bahwa: hampir 100%, interjection diucapkan berdasar pada mood seseorang pada saat itu - pada saat melihat/merasakan sesuatu atau munculnya perasaan spontan. Dan, hampir 90% merupakan bentuk ungkapan emosional seseorang sehingga dengan menggunakan ungkapan seru ini kita akan menjadi lebih tau bagaimana mood seseorang pada saat ia berkata atau berbicara pada kita.

Disinilah letak alasan kenapa interjection itu penting dan kami (pelg-grammar) cantumkan sebagai bagian dari part of speech.